resep kue kering

ubud villa

anjing di jual

mesin puncak
 
English Version

 

Metadata Spasial
Habitat Terestrial dan Alam Bebas

1Allard, P.J., H.J. Dirschl and J. Sutton. 2000. Identification of Priorities for Biodiversity Conservation in Sulawesi Indonesia : Framework and Case Studies. Collaborative Environmental Project in Indonesia. Jakarta. 68 pp. + appendices
Laporan ini menyajikan perkembangan kerangka klasifikasi di dalam mengidentifikasi dan menilai prioritas bagi tindakan-tindakan konservasi di masa mendatang di wilayah Sulawesi dalam konteks sistem keterwakilan daerah yang dilindungi. Kerangka tersebut disusun berdasarkan prinsip-prinsip yang telah dikembangkan di daerah lain terutama Australia, dan menemukenali kebutuhan untuk hal-hal sebagai berikut : (1) prioritas regional melalui pembatasan ekoregion dan identifikasi dari pembatas-pembatas utama dalam hubungan daerah-daerah yang dilindungi sekarang ini, (2) prioritas lokal melalui identifikasi skala pengelolaan sistem daratan yang lebih baik dan kompleks habitat. Hal ini akan memudahkan penyesuaian batas-batas dari daerah yang dilindungi untuk diusulkan menjadi suatu sistem area yang representatif yang dapat menjamin keberlangsungan proses-proses kunci ekologis.
2Anonim, 1985. Laporan Site Plan Taman Nasional Tanjung Putting
The document provides information on the site plan of the Tanjung Putting National Park which is located in the Marine and Coastal Management Area (MCMA) of Central Kalimantan province. The information consists of a general description of the Tanjung Putting National Park area, the condition of the proposed sites, The Planning approaches and the plan for each proposed site. There are 19 proposed sites to be developed within the National Park. The importance of each proposed site for the development of National Park is described in detail. Several maps describing the location of the National Park, its zonation plan, location of the proposed sites, topography, soil types, vegetation, intensive use zone and wilderness zone are mapped. The budget allocations for the development of each proposed sites are also included.
3Anonim. 2000. Buku Tahunan Statistik Perikanan dan Kelautan
Buku statistik ini berisikan data-data perikanan dan Laut tahun 2000 yang intinya berisi tentang data jumlah rumah tangga perikanan (RTP), perusahaan perikanan, jumlah perahu kapal, luas pememliharaan dan volume produksi serta nilainya, produksi menurut sub sektor perikanan dan kabupaten, nilai produksi menurut sub sektor perikanan dan kabupaten. Buku ini disusun untuk memenuhi kebutuhan fata dalam perencanaan pembangunan perikanan khususnya di Propinsi NTB.
4Anonim. 2001. Buku Tahunan Statistik Perikanan Budidaya
Buku statistik ini berisikan data-data perikanan budidaya tahun 2001 yang intinya berisi tentang data jumlah rumah tangga perikanan (RTP), luas pemeliharaan dan volume produksi serta nilainya, produksi menurut sub sektor perikanan dan kabupaten/kota, nilai produksi menurut sub sektor perikanan dan kabupaten/kota dan produksi budidaya menurut kabupaten/kota.
5Anonim. 2001. Buku Tahunan Statistik Perikanan Tangkap
Buku statistik ini berisikan data-data perikanan tangkap tahun 2001 yang intinya berisi tentang data jumlah rumah tangga perikanan (RTP), perusahaan perikanan, jumlah perahu kapal, luas pememliharaan dan volume produksi serta nilainya, produksi menurut sub sektor perikanan dan kabupaten/kota, nilai produksi menurut sub sektor perikanan dan kabupaten/kota
6BKSDA Sulteng, MALEO ( Macrocephalon maleo ) "SATWA MASCOT" Propinsi Sulawesi Tengah
Maleo atau Macrocephalon maleo termasuk jenis burung endemik Sulawesi dan penyebaran di Sulawesi Tengah relatif luas. Tergolong satwa liar yang langka dan dilindungi Menteri Pertanian R.I. No. 42/Kpts/Um/8/1970. Pernyataan dilindungi dimaksudkan yakni perlindungan terhadap satwa hidup atau mati (opsetan) serta bagian-bagiannya, seperti telur dan lain-lain. Pemanfaatan satwa tersebut dapat digunakan sepanjang untuk tujuan penelitian. Pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan maupun usaha penangkaran yang dilakukan oleh lembaga-lembaga yang bergerak dibidang konservasi sumber daya alam hayati dan perlu mendapat ijin dari Departemen Kehutanan Cq. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA).
7Departemen Kehutanan Kantor Wilayah Propinsi Sulawesi Tenggara Sub Balai Konservasi Sumberdaya Alam Sulawesi Tenggara. 1999. Informasi Kawasan Konservasi Propinsi Sulawesi Tenggara. Kendari.
Buku ini memberi informasi tentang keadaan umum Propinsi Sulawesi Tenggara yang meliputi potensi hutan, potensi hutan lindung, potensi flora dan fauna, potensi kawasan konservasi, dan flora fauna identitas daerah.
8Dephut Kantor Wilayah Prp. Sultra Sub Balai Konservasi SDP Sultra. Provek Pengembangan Kawasan Konservasi Prov insi Sultra. 1997. Informasi Kawasan Konservasi Prov. Sultra. Departemen Kehutanan Prov. Sultra. Kendari
Buku ini menyajikan informasi mengenai keadaan umum Prov. Sultra (meliputi potensi hutan, potensi hutan lindung, flora dan fauna, kawasan konservasi, serta flora dan fauna identitas daerah), kawasan konservasi (cagar alam dan suaka margasatwa), kawasan pelestarian alam (taman hutan raya dan taman wisata alam), taman buru, serta informasi kegiatan dan peluang usaha.
9Dinas Perikanan dan Kelauton Propinsi Riau 2004. Studi Identifikasi dan Detail Desain Kelayakan Pembangunan Tambak di Pasir Limau Kapas ROKAN HILIR
Menggarnbarkan lokasi yang potensil pembangunan Tambak di Pasir Limau Kapas serta analisi kelayakan dari segi biogeofisik, social ekonomi masyarakat tempatan. Desain detail pertambakan juga disajikan
10Direktorat Jenderal PHKA Departemen Kehutanan. 2001. Telaah Awal Status Penvebaran dan Populasi Kakatua-Kecil Jambul-Kuning ( Cacatua sulphurea sulphurea ) Di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Sulawesi Tenggara dan Pulau Pasoso Sulawesi Tengah.
Buku ini memberi informasi mengenai keberadaan, penyebaran, populasi, habitat, tekanan dan berbagai aspek lain yang dialami Kakatua di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai dan Pasoso.
11Efrizal, Zakaria, 1. J., Elfrida, Deswati, L., Elifitrida, Guswanto, H., & Yusamandra, H. 2001. Penelitian Potensi Budidaya Pantai dan Laut di Wilayah Pesisir Kabupaten Padang Pariaman. Puslitbang Perikanan, Universitas Bung Hatta, Padang.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya pantai dikawasan pesisir dan pantai Padang Pariaman mempunyai potensi untuk dikembangkan. Desa Tanjung, Kecamatan Sungai Limau mempunyai potensi untuk pengembangan budidaya ikan bandeng dan udang windu ; Desa Sunur Kecamatan Nan Sabaris mempunyai potensi untuk pengembangan budidaya kepiting bakau dan lokan.
12Imam Bachtiar, Muchlis, Kaman dan Didik Santoso. 2003. Penyuluhan Ekosistem Laut pada Anggota Pramuka di Lombok Timur.
Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa para anggota Pramuka mempunyai motivasi dan perhatian yang tinggi terhadap kelestarian ekosistem laut. Demikian juga para guru dan Kepala Sekolah menyambut kegiatan ini dengan antusias, sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik. Penyuluhan ini dilakukan oleh para dosen Universitas Mataram di bidang ini telah membuka wawasan anggota Pramuka Saka Bahari di Lombok Timur, karena minimnya pengetahuan para pembina Pramuka tentang mated ilmu-ilmu kelautan.
13Suyarso dan M. Sitompul. 1999. Ekosistem Sumberdaya Laut dan Pesisir Samarinda. Sangkuriang Propinsi Kalimantan Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi Bio-morfologi (distribusi, komposisi, dan struktur dari ekosistem wilayah pesisir dan laut dangkal serta mengungkap kondisi faktor abiotik yang mempengaruhi kondisi setempat
14USAID 2005, Evaluation of The Indonesian Biodiversity Faoundation ( IBF) Project - KEHATI
KEHATI has establihed a nationwide reputation for leadership in Indonesia’s biodiversity efforts. Formidable challenges faced KEHATI, both in translating the intrinsic complexity of biodiversity into practiable programs and in conterstig nationwide environmental decline. Based on findings, the evaluation result conclude that KEHATI is evolving into an effective, independent foundation, capable of leading biodiversity program efforts into the foreseeable future. As such, it deserves to be launched a new in configuration that will allow it to attain institutional and programmatic stature commensurate with the ambitions of its mission.
15WCS. 2001. Tanjung Peropa and Tanjung Batikolo Nature Reserves Sulawesi Tenggara Indonesia. Biological Surveys and Management Recommendations. WCS Kendari.
Suaka Margasatwa Tanjung Peropa dan Tanjung Batikolo memiliki sejumlah kekayaan alam flora dan fauna yang Endemic di Sulawesi Tenggara. Buku ini memberi informasi mengenai jenis flora dan fauna termasuk yang tergolomg langka misalnya Babirusa dan Anoa yang berada dalam kawasan tersebut dan menawarkan solusi untuk menjaga dan melestarikannya. Salah satu cara yang ditawarkan adalah melalui konservasi.