resep kue kering

ubud villa

anjing di jual

mesin puncak
 
English Version

 

Metadata Spasial
Akuakulture

1Abdul Syukur. 2001. Kajian Kerusakan Ekosistem Padang Lamun (Seagrass Beds) Melalui Pendekatan Ekonomi di Pesisir Desa Tanjung Luar Lombok Timur (Study on the Sea Grass Beds Destruction Based on the Economic Indicator in the Coastal Zone of Tanjung Luar).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerusakan ekosistem padang lamun di lokasi penelitian telah menyebabkan perubahan nilai surplus konsumen sebesar RP 209.558,5 dan perubahan nilai produsen surplus sebesar Rp 2.793.000 pada ikan baronang antara tahun 1997 dan tahun 2000. Nilai kerusakan ekosistem padang lamun berdasarkan preferensi masyarakat sebesar Rp 3.128.255/bulan.
2Akbar, I. 1999. Identification of stomach contents of sea bass (lates calcarifer). Fishery Faculty of Dharmawangsa University, Medan.
The main macroorganism food of sea bass was fishes with Index of Preponderance (IP) 57,27%. The complement of macroorganism food consists of Crustacea (IP=25,88%), Wern (IP=12,39%), Crabs (IP=3,47%) and Water Insects (IP 0,99%). The main microorganism food of sea bass was fresh water diatomae with Index of Preponderance (IP) 48,46%. The complement of microorganism food consists of Chlorophyta (IP=21,94%), Cyanophyta (IP=12,96%), Rotaroia (IP=2,81%), Meroplankton (IP=2,08%) and Ciliata (1P=2,00%).
3Ambas, La de Toko. 2001, Pengaruh Dosis Pakan Buatan Dalam Bentuk Pasta Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Lele Dumbo ( Clarian garlepinus ). Skripsi. Jurusan Perikanan. Fakultas Pertanian. Universitas Haluoleo. Kendari.
Pemberian pakan buatan (pasta) memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pert unbuhan mutlak, konversi pakan dan efisiensi konversi pakan pads kelangsungan hidup ikan Lele Dombo.
4ASHARI 2000, Pertumbuhan Alga Merah Gracillaria arcuata Zanardini di Perairan Pesisir Malalayang Kota Manado.
Gracilaria arcuata adalah salah satu alga merah yang turnbuh di perairan dangkal, melekat pada karang dan pada fragmen cangkang. Thallus tegak kartilaginous, berwarna ungu kehijauan dengan alat pelekat seperti cakram. Thallus elastis, tidak terlihat segmen. Alga ini digunakan untukpakan ternak, pupuk, makanan manusia, industri dan obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan laju pertumbuhan Gracilaria arcuata berdasarkan bagian-bagian thallusnya yaitu ujung, tengah dan pangkal dan dilaksanakan di perairan pesisir malalayang Kota Manado selama 6 minggu. Dari data yang diperoleh didapat laju pertumbuhan berat dari alga Gracilaria arcuata menunjukkan tidak nyata untuk semua perlakuan, dengan pertumbuhan yang sangat lambat. Lambatnya pertumbuhan ini diduga faktor lingkungan seperti gelombang, kekeruhan dan salinitas yang tidak mendukung laju pertumbuhan alga tersebut.
5Asriya 2000. Beberapa Aspek Biologi Ketam Kelapa (Birgus latro LINNAEUS, 1767) di Pulau Tomia Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara. Skripsi. Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian. Universitas Haluoleo. Kendari.
Ketam Kelapa ( Birgus latro L ) termasuk biota laut yang banyak menghabiskan waktunya di daratan, merupakan salah satu kelas Crustaceae dari suku Coenbitidae yang bernilai ekonomi namun belum begitu penting artinya bila dibandingkan dengan marga Crustacea lainnya seperti beberapa jenis udang.
6Bappeda Kab. Buton. 2003. Pengembangan Budidaya Rumput Laut dan Ikan Kerapu Berbasis Agribisnis di Kec. Mawasangka Timur Kab. Buton (Studi kebijakan ARE): Laporan Akhir. Bappeda Kab. Buton. Buton.
Laporan ini berisi data hasil dan kendala dalam kegiatan pengembangan budidaya rumput taut dan ikan kerapu dalam jangka waktu 5 bulan beserta pencapaian akan tujuan kegiatan yaitu tujuan lingkungan (ARE dan Mata Pencaharian Alternatif), tujuan ekonomi (mencipatakan lapangan kerja dan cara pemasaran, manajemen usaha ) serta tujuan sosial (peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta keterlibatan masyarakat lokal).
7Damanhuri, Abdul Halim. 20
Abalon ( Holiostis asinina ) adalah satu jenis mohisca yang juga di temukan di Sulawesi Tenggara dan dikenal dengan nama mata tujuh, merupakan salah satu potensi sumberdaya laut yang memiliki nilai ekonomis penting yang mampu merambah pasar internasional.
8Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, 20
Data were provide in tables. Information on aquaculture in brackish water ponds, fresh water ponds, marine and rice field from each kabupaten can easily recognized in each tables. Furthermore, the latest 5 years data is included in this report.
9Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jambi. 2003. Buku Tahunan Statistik Perikanan Budidaya Propinsi Jambi Tahun 20
This publication covers statistical data of volume and value of aquaculture production, number of fish farmers, number of culture fishery establishments, and area of fish culture in each district in Jambi Province. The data were reported according to the type of fish culture.
10Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Riau. 1996. Laporan Model Pengembangan Budidaya Terpadu Berorientasi Agribisnis Dan Berwawasan Lingkungan.
Merupakan model aplikatif yang bisa dipedoman Pemerintah untuk mengembangkan memberdayakan masyarakat pesisir di Propinsi Riau
11Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Riau. 1998. Potensi lahan pengembangan budidaya pantai dan laut Indonesia TA 1997/1998
Gambaran umum potensi lahan pesisir dan laut untuk kegiatan budidaya pertambakan, rumput laut dan keramba jaring apung yang disasarkan pada kesesuaian lahan secara fisik, kimia, lingkungan dan sosial ekonomi.
12Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Riau. 2001. Peluang agribisnis perbenihan di Riau.
Menguraikan peluang usaha perbenihan ikan dan udang sebagai mata rantai penting dalam pengembangan budidaya perikanan di Riau
13Elisnawaty. 2000. Panen dan Pasca Panen Rumpun Laut ( Eucheuma cottonii ) Yang Dibudidayakan Pada Rakit Apung di Perairan Desa Tapulaga Kecamatan Soropia Kabupaten Kendari Sulawesi Tenggara. Laporan PKL. Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Kendari.
Penanganan panen dan pasca panen yang baik akan menghasilkan kualitas rumput laut yang mempunyai nilai jual yang tinggi dan akan mendatangkan keuntungan yang besar. Namun, keberhasilan dari panen clan pasca panen rumput laut tergantung dari kondisi alam.
14Finnansyah, Kaimudin, A. Karespesina. 2003. Studi Komposisi Ukuran dan Hubungan Panjang Berat Ikan Tembang (Sardinella fimbriala) Yang Tertangkap di Perairan Teluk Kendari. Skripsi. Jurusan Perikanan. Fakultas Pertanian. Universitas Haluoleo. Kendari.
Diperairan Teluk Kendari sudah sejak lama dilakukan penangkapan ikan Tembang. Ikan Tembang merupakan ikan pelagis kecil yang dominan tertangkap di perairan sekitar Teluk Kendari, disamping ikan Layang, ikan Kembung, ikan Selar dan ikan Teri serta berbagai jenis ikan lainnya.
15I., Hidayat. 2001. Komposisi dan Distribusi Jenis Rumput Laut di Perairan Pantai Desa Lowu-lonu Kec. Bungi Kab. Buton.
Rumput Laut merupakan salah satu komoditas hash laut yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan distribusi komoditas nunput laut di perairan Desa Lowu-lowu yang diharapkan berguna sebagai rujukan dalam penentuan kebijakan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya laut di perairan tersebut. Pada penelitian ini ditemukan 13 divisi dan 10 jenis rumput Taut yaitu antara lain G. Salicornia, A. Muscoides, G.denticulus, G. Coronofolis, E. Cottoniis, Espinosum. Kepadatan tertinggi pada jenis Gracilaria salicornia. Pola penyebaran seragam dan mengelompok.
16Isivan, Afrat. 20
Hasil penelitian yang didapatkan adalah sampel yang diperoleh sebanyak 100 ekor yang terdiri dari 54 ekor ikan cakalang jantan dan selebihnya 46 ekor adalah ikan cakalang betina. Komposisi ukuran panjang yang didapatkan berkisar antara 480 - 640 mm dan ukuran berat 1900 - 4400 gram Berdasarkan analisis regresi hubungan panjang berat ikan cakalang jantan menunjukkan pola pertumbuhan isometnk sedangkan ikan cakalang betina pola pertumbuhan allometrik.
17Ismail Gusnar Lubis. 20
Informasi mengenai komunitas alga laut yang tumbuh secara alami di perairan pesisir Desa Bulontio Timur belum pernah dilaporkan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang diharapkan dapat memberikan informasi awal yang memadai tentang struktur komunitas alga laut pads lokasi penelitian dan kemimgkinan untuk pengembangannya.
18Ita Y.F. 2001. Studi komunitas Rumput Laut di Perairan Pantai bagian barat Desa Torokeku Kec. Tinanggea ,Kab. Kendari. Sultra.
Komunitas rumput laut memiliki peranan dari segi biologi, ekologis maupun ekonomis. Di perairan pantai Desa Torokeku memiliki struktur komonitas rumput laut yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jenis rumput laut yang ada pada wilayah ini saekaligus mengetahui kualitas perairan yang mempengaruhi habitatnya. Penelitian ini menemukan berbagai jenis rumput laut yang didominasi oleh Rhodophyceae. Kelimpahan jenis tertinggi pada jenis Gracilaria gigas.
19Jamila. M. 2003. Komposisi, Jenis dan Kepadatan Lamun di Perairan Pantai Desa Komba-komba Kec. Kabangka Kab. Muna. Muna
Keragaman substrat mempengaruhi keberadaan jenis dan kepadatan lamun yang tumbuh di perairan Desa Komba-komba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan jenis dan kepadatan lamun sebagai gambaran umum zonasi lamun di perairan Desa komba-komba. Jenis lamun yang didapatkan antara lain E. Acroides, T. Hemprichii. C Serrulata, C. Rotundata dengan frekuensi keberadaan yang berbeda. Persentase keberadaan tertinggi pada jenis E. Acroides sebesar 93,05 %. Kepadatan T. Hemprichii 63,33 ind/ m2.
20Kalangi Syaloom M.2001. Pertumbuhan Dan Kandungan Nutrisi Alga Coklat Agardh 1824 di Tasik Ria Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Pada umumnya alga dapat dibagi ke dalam beberapa kelas yaitu alga hijau biru ( Cyanophyceae ). alga hijau ( Chlorophyceae ), alga coklat ( Phaeophyceae ) dan alga merah ( Rhodophyceae ). Salah satu genus alga coklat alga adalah Sargassum yang merupakan spesies yang kompleks baik morfologi maupun susunan anatominya. Alga coklat adalah alga taut terbesar besar ukurannya, bentuknya sangat beragam dan tersebar hampir di seluruh perairan pantai. Sargassum merupakan salah satu genus yang paling inenonjol dari kelas phaeophyceae yang diperkirakan ada 400 spesies yang tersebar di daerah tropis dan subtropis. Potensi terbesar yang dapat dimanfaatkan oleh Sargassum adalah sebagai penghasil alginat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertambahan panjang, variasi nintraspesifik, biomassa total serta kandungan nutrisi dari srgassum polycystumyang diberi tanda dan disampling secara acak. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan pertambahan panjang dari, S. polycystum yang mencapai lebih dari 20 cm, dengan rata-rata pertambahan panjangnya besar 2,338 cm/minggu atau 0,33 cm/ hari. Kandungan nutri (kadar serat, abu, lemak, air, protein dan karbohidrat) menunjukkan adanya presentase kandungan dan bertambah seiring dengan bertambahnya periode dari S. Polycystum kecuali untuk kadar karbohidrat.
21Karauwan Yuvi M.M.1999, Kajian tentang efek ukuran kuadrat sampling untuk studi ekologi di daerah pasang surut: Prosobranchia di daerah Rumput Laut sebagai Model.
Informasi yang memadai tentang keberadaan organisme laut sangat penting bagi pengelolaan sumberdaya hayati laut. Informasi ini mencakup kelimpahan, diversitas, dan poly hidup yang diperoleh melahu studi populasi dan komunitas dengan prosedur dan tehnik sampling yang bervariasi di antara para peneliti seperti variasi ukuran kuadrat sampling.
22Karnan, 20
Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan untuk diberlakukannya sistem pengelolaan perikanan cumi-cumi di Selat Alas yang berkelanjutan. Hal-hal yang dapat dilakukan diantaranya adalah pengaturan waktu tangkap yang tepat sehingga tidak mengganggu aktivitas reproduksi (pemijahan) cumi-cumi. Pengaturan jumlah alat tangkap dan ukuran mata jaring yang dioperasikan untuk menangkap cumi-cumi juga merupakan hal yang mendesak untuk dilakukan.
23Karnan, 2001. Kajian Komunitas Cumi-cumi yang tertangkap di perairan Selat Alas, Lombok Timur.
Penelitian ini masih bersifat awal. Mengingat sedikitnya informasi yang tersedia tentang cumi-cumi yang merupakan sumberdaya strategis, khususnya di NTB. Maka disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan yang lebih rinci terutama aspek bio-ekologi dad sumberdaya ini.
24Karnan. 2001. Struktur Komunitas Ikan Karang di Perairan Barat Daya Pulau Sumbawa (Community Structure of Coral Reef Fish in Coastal Water of South West Sumbawa).
Penelitian ini berhasil menemukan 23 famili ikan karang yang terdiri dan 98 spesies. Tingkat keanekaragaman ikan yang diperoleh cukup tinggi yaitu berkisar antara 1,853 (Tanjung Amat pada pengamatan ke dua) dan 3,156 (Maluk pada pengamatan ke empat). Akibat kondisi habitat yang lebih kompleks dari stasiun yang ada di perairan sebelah barat Sumbawa, maka secara spasial penyebaran ikan karang di perairan pantai barat pulau ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan perairan yang ada di pantai selatannya. Sedangkan penyebaran ikan antara dua musim (musim peralihan I(Maret/April) dengan musim II (Oktober) tidak terlihat adanya perbedaan yang mencolok.
25Kurniaty, Nani. 2000. Keadaan Umum Budidaya Rumput Laut di Kelurahan Jaya Bakti Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton. Laporan PKL. Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo. Kendari.
Seiring kebutuhan rumput laut yang semakin meningkat, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri, sekaligus memperbesar devisa negara dan daerah dari sektor nonmigas. Budidaya rumput laut di Sulawesi Tenggara kini semakin digalakan, baik secara ekstensif maupun intensif.
26Lee, C.L. et. al, 1998. Reseeding Research of the Topshell Trochus niloticus in Northewrn Australia, Easternj Indonesia and The Pacific - PN9410.
This final report on study of Trochus niloticus contains topics such as design of research, recommend of workshops, practical manuals and results of studies on reseeding Trochus juveniles. Reseeding were done on size 25 mm or more, but results is not clear.
27Maino. Sunadi 2000. Analisis kandungan Pigmen Alga Merah Kappaphycus Alvarezii ( Doty) Dote dari Perairan Pulau Nian dan Perairan Belang
Alga merupakan tumbuhan yang hidup pada perairan laut. Alga berukuran besar tergolong dalam tiga division yakni Chlorophvta (alga hijau). Phaeophvta (alga coklat), Rhodophyta ( alga merah). Alga yang banyak dibudidayakan akhir-akhir ini adalah species Kapphycus alvarezii yang secara visual ternyata mempunyai warna yang berbeda yaitu warna hijau dan coklat, hal ini disebabkan oleh pigmen yang dikandungnya. Penelitian alga ini masih tergolong kurang terutama dalam menentukan kandungan pigmen. Pigmen yang terdapat pada alga merah dapat diketahui melalui proses ekstraksi dengan menggunakan pelarut aseton, metanol, petrolium eter dan dietil eter, kemudian dianalisis dengan menggunakan kromatografi lapis tipis dan diserap dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa pigmen yang terdapat pada alga merah K.alvarezii path umumnya adalah B-karoten, feofitin,violaxanthin dan klorofil a.
28Muchlis, Drs, M.Si, dkk 1999. Laju Pertumbuhan Karang Pada ekosistem Terumbu Karang Teluk Kombal Lombok
Untuk mendapatkan informasi lebih Iengkap tentang laju pertumbuhan karang, pengamatannya minimal 1 tahun. Penelitian yang akan datang perlu pengamatan laju pertumbuhan karang jenis Non Acropora sebagai pembanding.
29Mutalib, A. 20
Sedimen sangat mempengaruhi distribusi dan kelimpahan makrozoobenthos termasuk kerang hijau ( P. Viridis ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kedua hal tersebut sebagai informasi untuk upaya pengelolaan sumberdaya perikanan, khususnya pads wilayah perairan pantai. Hasil yang didapatkan yaitu bahwa pola distribusi mengelompok dan seragam. Kelimpahan tertinggi sebesar 6,8 ind/ m2. Pada stasiun dengan bahan substrat sedimen yang berbutiran besar.
30Nufi, Amin. 2000. Kegiatan Perikanan Tiram Mutiara Pada PT. SBCO di Desa Palabusa Kecamatan Bungi Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara. Laporan PKL. Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo. Kendari.
Kerang Mutiara merupakan biota laut yang biasa hidup di air laut dan merupakan hewan yang bercangkang keras. Desa Palabusa yang terletak di wilayah pantai, dimana daerah ini sangat memungkinkan dalam pengembangan usaha kegiatan perikanan budidaya Tiram Mutiara.
31Nuraida. 20
Kepiting bakau merupakan sumberdaya perikanan yang penting dan banyak disenangi oleh masyarakat. juga merupakan salah satu diantara mata dagangan andalan komoditi perikanan. Sebagai komoditi ekspor, kepiting memiliki harga jual yang cukup tinggi dipasaran kepiting bakau dengan kondisi fisik dan kimia perairan yang cukup layak bagi kepiting bakau ( Scylla serrata ).
32Octaviani, Dian. 20
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi spasial dan kelimpahan makroalga di Kepulauan Spermonde. Dari hasil penelitian ini diharapkan agar data yang diperoleh dapat menjadi sumber informasi yang berguna khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan makroalaga.
33Ohorella Ralmia. 2003. Studi Beberapa Aspek Biologi Ikan Beronang (Siganus canaliculatus) Yang Tertangkap Dengan Beach Seine di Perairan Pantai Desa Laimeo Kecamatan Sawa Kabupaten Kendari. Skripsi. Jurusan Perikanan. Fakultas Pertanian. Universitas Haluoleo. Kendari.
Perairan desa Laimeo memiliki potensi perikanan yang cukup banyak diantaranya adalah ikan Beronang ( S. canaliculatus ). Penangkapannya dengan menggunakan pukat pantai secara intensif diduga dapat mengakibatkan ketidakseimbangan populasi khususnya ikan S. canaliculatus.
34PPLH UNRI, 2000. Review Studi Lokasi Pengembangan Agribisnis Budidaya Rumput lout di Kabupaten Kepulauan Riau
Studi review ini mengkaji ulang kelayakan teknis, sosial ekonomi dan lingkungan, lokasi yang direkomendasikan untuk pengembangan budidaya rumput laut Kajian bertujuan menentukan daerah yang akan dikembangkan untuk budidaya rumput laut; menguraikan potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia yang dikaitkan dengan pengembangan agribisnis; merekomendasikan model pengembangan budidaya rumput laut yang berwawasan lingkungan.
35Purnama. Jimi. Putra. S. 20
Data ini menyajikan tentang studi kebiasaaan makanan Ikan Kembung lelaki.
36Rawung Ava Olivia Umboh. 2000. Laju Pertumbuhan. Reproduksi dan Kandungan Nutrisi Alga Coklat Turhinaria ornata di Pesisir Desa Blongko. Kec.Tenga. Kab. Minahasa- Sulawesi Utara.
Turbinaria ornata adalah salah satu jenis alga coklat dengan tinggi mencapai 18 cm, menempel pada karang mati atau substrat padat lainnya. Daun berbetuk seperti terompet, tingginya mencapai 21 mm. Reseptakel terletak pada punggung tangkai daun, seperti tandan bercabang-cabang. Penelitian ini bertujuan untuk inengetahui laju pertambahan panjang total, jumlah daun, berat total, jumlah dan berat reseptakel, alokasi reproduktif (perbandingan antara biomassa reproduktif dan biomassa vegetatif), perbandingan antara jumlah reseptakel dan biomassa vegetatif dan kandungan nutrisi (air, abu, lemak, serat kasar, protein dan karbohidrat) dari alga Turbinaria ornata.
37Rost. Ruth. 20
Ikan tambakan atau yang oleh nelayan lokal disebut karper diperoleh sebagai basil tangkapan di perairan umum seperti rawa dan daerah aliran sungai. Ikan tambakan dijadikan objek dalam penelitian ini merupakan salah satu spesies yang dijadikan sasaran penangkapan aktif di rawa Konaweha karena memiliki nilai ekonomi yaitu dijadikan sebagai ikan konsumsi dan diperdagangkan dalam kedaan segar maupun kering.
38S.Otoluwa Firdaus Prospek Budidava Banding Di Kecamatan Panguat, Kabupaten Gorontalo Propinsi
Penelitian ini untuk melihat sejauh mana prospek budidaya bandeng di Kecamatan Panguat dan menginventarisir masalah - masalah yang ada, serat melihat uasaha - uasaha pemecahannya.tamnbak bandeng merupakan suatu unit tempat pemeliharaan bandeng,karenanya harus dapat memberikan keuntungan untuk kelamngsungan usaha baik dari segi teknis maupun dari segi ekonomi.Kecamatan Panguat mempunyai daerah yang landi dengan lebar yang men_yempit kearah daratan dengan kelandaiyan I - 1,5%. Pasang tertinggi didaerah ini adalah 150 cm dan surut terendah 30 cm. Hasil penguku an kualitas air di lokasi adalah sebagi berikut :suhu berkisar 31 -37 C, salinitas 30 - 34 %,kekenihan 29 - 35 cm, dan pH 6 - 8. Konstruksi tambak walaupun belum memperhatikan faktor -faktor teknis sepenuhnya, sudah cukup baik.pengolahan tanmbak oleh petani di Kecamata Panguat antara lain : pengelolahan tanah dasar, pemberantasan hama,penebaran benih,dan pemeliharaan serta panen.dari segi sosial ekonomi yang diamati selama penelitian meliputi: perhubungan pemasaran dan harga ikan, koperasi, tenaga teknis, pendidikan, tenaga kerja dan dampak sosial ekonomi.
39Sartika, Dewi. 20
Teripang adalah salah sate komoditas perikanan yang menyerapai prospek cukup baik dan bernilai ekonomis tinggi, baik pasar lokal maupun internasional. Sebagai salah satu sumberdaya hayati perairan pantai teripang mengandung nutrisi sangat tinggi.
40Sitohang, E.P., 1994. Influence of Different Kind of Feeding Towards Growth Rate of Tiger Grouper (Ephinephelus fuscoguaatus) in the Net Cage.
Different kind of feeding influence weight growth of grouper in the net cage for a period of 60 days growing. Feeding with miscellaneous fresh fishes caused daily average growth rate 0,24%, feeding with little prawn caused daily average growth rate 0,13%, and feeding with pellet caused daily average growth rate 0,07%.
41Siwu Eric R. Oktovianus 2000. Isolasi dan Determinasi struktur beberapa senyawa Metabolit Sekunder Alga Merah Liagora sp. Dan Karang Lunak Sinularia sp. yang di koleksi dari perairan Okinawa. Jcpang
Alga Merah dan Karang Lunak merupakan organisme taut yang telah menyumbang banyak senyawa bioaktifselamapengeksplorasian bahan hayatilaut dewasa ini Dua sampel organisme taut yaitu alga inerah Liagora sp . Dan karang lunak Sinularia sp . Hasil determinasi struktur menyimpulkan bahwa senyawa dari Liagora sp adalah Palisadin A, dan empat senyawa dari Sinularia sp. Adalah Cembranolide A, Lobophytol Asetat, Cembranolide B, dan Denticulatolide
42Sugianto, 1997. Influence of Different Dosage of Feeding Towards Growth Rate of Milkfish (Chanos chanos) Fry. Fishery Faculty of Dharmawangsa University Medan.
Growth rate of Milkfishes fry were influenced by internal factors and external factors. One of the external factors was feeding dosage. Dosages of feeding in these treatments were: 3%, 5%, 8%, and 10% of body weight using Hi-Pro-Vite 783 of Charoen Pokphand Product. The result of this research indicated that the best growth rate of milkfish fry was feeding by 5% of body weight. Variance analysis indicated that the feeding dosage of 5% was highly significance for growth rate of milkfishes fry.
43Sumartini. 20
Rajungan adalah salah satu komoditas basil perikanan laut dari jenis kepiting yang paling banyak dikenal dan digunakan sebagai makanan. Jenis ini selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, juga diekspor dalam bentuk daging olahan sehingga menjadi salah satu komoditas hasil perkanan laut yang penting.
44Susetyo, Y.D.2003. The Effect of Hatchery Waste Water on The Seabed Water Characteristics and The Existency of Backyard Hatchery at North Galesong Takalar. A Master Thesis, Hasanuddin University.
Penelitian ini mencakup pengumpulan data tentang karakteristik (suhu, salinitas, pH, DO, nitrit, H2S, fosfat, alkalinitas, amoniak, bahan organik terlarut dan kelimpahan bakteri Vibrio spp) air limbah hatchery dan air dasar perairan, mengetahui pengaruh air limbah hatchery terhadap karakteristik air dasar perairan sebagai air baku hatchery serta mengevaluasi kelayakan kualitas air dasar perairan sebagai air baku dalam menunjang eksistensi hatchery skala rumah tangga.
45Syarifudin, Asnar. 2000. Pengelolaan Kerang Mutiara ( Pinetada maxima ) di PT. Kendari Mutiara Indonesia. Kecamatan Lasolo Kabupaten Kendari. Laporan PKL. Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo Kendari.
Jenis kerang mutiara yang dibudidayakan di PT. Kendari Mutiara Indonesia adalah Jenis Pinetada maxima yang dikenal dengan sebutan Taga, jenis ini termasuk jenis kerang yang berukuran besar.
46Tantu, A. Gusti. 1998. Pengaruh Padat Penebaran dan Berat Awal Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau ( Scylla serrata Forskal ) yang Dipelihara pada Ekosistem Mangrove. Thesis Master. Program Pascasarjana Univ. Hasanuddin
Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan sistem silvofishery pada kawasan hutan bakau, dengan penitikberatan pada budidaya kepiting bakau dengan perlakuan pada penebaran dan berat awal. Sistem budidaya menggunakan kurungan bambu berukuran 4m2 dengan berat awal masing-masing 25gr, 50gr dan 75gr. Padat penebaran masing-masing 1 ekor/m2, 2 ekor/m2 dan 3 ekor/m2.
47Thayeb Iwan A. 2001. Kandungan Pigmen Klorofil Mikroalga Dan Kualitas Air Sebagai Indikator Awal Sebagai Pencemaran Di Perairan Kota Bitung.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat pencemaran berdasarkan konsenterasi pigmen mikroalga yaitu klorofil dan kualitas air di perairn Kota Bitung. Lokasi 1 di Perairan Pelabuhn Kota Bitung dengan tiga titik pengambilan sampel clan lokasi 2 di Perairan Tanjung Batu Angus dengan tiga titik pengambilan sampel sebagai pembanding karena berdasarkan metode observasi secara visual dapat diasumsikan sebagai perairan yang masih bersih karena airnya jernih dan letaknya jauh dari pemukiman penduduk.
48Tuwongkesong Herianto. 2000. Komparatif Komonitas Moluska Prosobranchia Di Perairan Rumput Laut Dan Terunibu Karang Pantai Timer Minahasa.
Dasar pasang surut (sona intertidal) merupakan bagian terkecil dari seluruh wilayah laut . Daerah ini merupakan pinggiran yang sempit Hanya beberapa meter luasnya dan terletak antara pasang tertinggi dan surut terendah, wilaya ini menjadi daerah yang sangat penting bagi manusia karena berbatasan langsung dengan daratan sehingga mudah untuk dijangkau. Dengan demikian aspek Biologi dan ekologisnya sangat perlu diketahui agar menjadi acuan bagi pengelolaan wilayah ini. Penelitian ini menggunakan teknik tali transek dan sampling kuadrat. Dan hasi yang diperoleh dapat diketahui bahwakelimpahan yang terbesar diperoleh dari substrat rumput Taut yaitu untuk spesies Bursa sp dimana spesies ini memiliki nilai kelimpahan yang tertinggi. Dari nilai ketidaksamaan komonitas yang diperoleh dari penelitian ini diketahui bahwa untuk daerah rumput laut dan terimbu karang memiliki jenis prosobranchia yang relatif berbeda .
49Yen Arneizna 1997. Studi kelimpahan dan keragarnan jenis Perifition pada daun Holophila ovalis di perairan Dompak Kecamatan Tanjung Pinang Timur Kabupaten Kepulauan Riau
Penelitian ini untuk mengetahui kelimpahan dan keragaman jenis perifition yang hidup pada daun Holophila ovalis dan hubungannya dengan kualitas perairan.
50Zamdial, 1996. Percontohan Budidaya Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Sungai Kalibaru Kecamatan Selebar Kodya Bengkulu. Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bengkulu, Bengkulu.
Desa Padang Serai Kecamatan Selebar kotamadya Bengkulu dikenal sebagai daerah panghasil kepiting bakau (Scylla serrata). Produksi kepiting bakau yang dipasarkan oleh petani berasal dari usaha penangkapan dengan memburu kepiting bakau pada habitat alaminya. Kegiatan ini terus menerus dilakukan dapat mengakibatkan penurunan jumlah populasi kepiting bakau dan habitat hidup kepiting bakau dan biota lain. Penelitian ini bertujuan untuk merintis usaha pemeliharaan kepiting bakau dalam wadah buatan pada DAS Kalibaru sebagai alternatif untuk memproduksi kepiting bakau sehingga dapat dijamin kelestariannya. Hasilnya secara fisik masyarakat dapat melihat langsung percontohan usaha pembudidayaan kepiting bakau yang dibuat dan menimbulkan minat untuk melakukan sendiri.