resep kue kering

ubud villa

anjing di jual

mesin puncak
 
English Version

 

Metadata Spasial
Sumberdaya Air

1Anonim, 1983. Final report tentang Survey Sumber Air Tawar di Pelabuhan Perikanan Pantai Hantipan. PT. Pratama Krida, Bandung
This 55 pages relatively old document is a final report of the survey on freshwater source in the Fish Landing Port of the Hantipan Village, located in downstream of the Mentaya River near Sampit-Central Kalimantan The report was written in 1983. The document contains the description of the Hantipan village covering fisiography, water availability, and geological condition. During the survey, potential freshwater sources from the ground were explored and various surface waters around the village were sampled and analyzed. A proposed freshwater treatment plan is described.
2Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Propinsi Sulawesi Tenggara. 2000. Laporan Kegiatan Rutin Bappeda. Kendari.
Laporan ini menyajikan data-data tentang kode/nama wilayah sungai dan narna sungai yang termasuk wilayah sungai dalam wilayah propinsi Sulawesi Tenggara yang mencakup informasi tentang panjang sungai (Km), DAS (Km2), debit normal (m3/dt).
3Bemba Jefry. 1999, Karakteristik Hidrologi Massa Air Laut Banda Selama Oktober 1998.
Laut Banda merupakan salah satu perairan dalam di kawasan Timur Indonesia telah menjadi objek penelitian semenjak dahulu. Meskipun demikian beberapa fenomena laut ini belum sepenuhnya dipahami hingga kini. Untuk itulah BPP-Teknologi dengan fasilitas kapal risetnya Baruna Jaya IV, menyelenggarakan survey laut bersama peneliti asing dengan tema Arlindo, selama September - Oktober 1998. Diantara sekian banyak hasil pengukuran dalam survey ini, beberapa datanya digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik hidrologi massa aimya selama Oktober 1998. Sesuai tujuan karakteristik hidrologi massa air taut ini ditelaah berdasarkan hasil pengukuran dan penghitungan suhu - salinitas - densitas yang dikerjakan pada sejumlah stasiun pengukuran.
4Busthan. 1999. Pengaruh Kanal Terhadap Kualitas Air tanah pada Bagian Barat Kota Makassar. Laporan Penelitian. Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kanal terhadap kualitas air tanah disekitar kanal. Penelitian dilakukan melalui pengamatan kondisi tanah dan kondisi airtanah pada 12 buah sumur penduduk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah penyusun sekitar sumur penduduk umumnya adalah tanah berukuran pasir hingga pasir lanauan lempungan. Kondisi airtanah (air sumur) penduduk menunjukkan warna air coklat kekuningan, keruh, agak bau, salinitas 3-6 permil, muka airtanah meninggi bila pasang terjadi. Dengan kondisi seperti di atas maka disimpulkan bahwa keberadaan kanal telah memberikan dampak yang buruk terhadap kualitas airtanah pads daerah bagian barat Kota Makassar khususnya daerah disekitar kanal.
5Departemen Pekerjaan Umum Kantor Wilayah Provinsi Sultra Bagian Proyek Pengembangan Air Tanah Sultra. 1994. Pemboran Sumur Eksplorasi (Deep Well) 1.375 m di Kabupaten Kendari dan Kabupaten Buton Daerah Tingkat I Sultra.
Laporan ini berkenaan dengan pemboran sumur eksplorasi (Deep Well) yang dilaksanakan dalam usaha untuk membantu mengairi sawah-sawah tadah hujan yang terdapat di daerah penelitian. Dasar pelaksanaan pemboran sumur eksplorasi (Deep Well) adalah kontak kerjasama nomor KU.08.08/Ai2201/314/1993 antara bagian proyek Pengembangan Air Tanah Sultra dengan PT. Dela Rohila Cabang Kendari
6Departemen Pemukiman dan prasarana Wilavah, Direktorat Jenderal Perdesaan Wilayah Timur Proyek Irigasi Sultra Bagian Proyek pengembangan Air Tanah Sultra, 2000. Laporan Akhir Suvey Investigasi Design (SID) pengukuran Geofisik dan Pumping Test di Desa Basala dan Lipumasagena Kecamatan Angata di Kabupaten Kendari.
Laporan ini menyajikan dengan pengukuran topografi yang meliputi pengukuran poligon. pengukuran waterpas, pengukuran situasi dan pemasangan bench mark dan control point.
7Departemen Pemukiman dan prasarana Wilayah. Direktorat Jenderal Perdesaan Wilavah Timue Proyek Irigasi Sultra Bagian Proyek pengembangan Air Tanah Sultra, 2000. Pemboran Sumur Produksi 19 Titik dengan kedalaman 2090 m di Kab. Kendari dan Kab. Buton Provinsi Sultra.
Laporan ini berkenaan dengan lanjutan pembangunan program sarana irigasi khususnya irigasi air tanah di Provinsi Sultra. Proyek irigasi Sultra bagian proyek pengembangan air tanah Sultra melalui program SSIMP - III JBIC Loan IP-499 dengan melakukan pekerjaan pemboran sumur produksi produksi di Kec. Pondidaha Kab. Kendari dan Kec. Rumbia Kab. Buton.
8Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah. Direktorat Jenderal Perdesaan Wilavah Timue Proyek Irigasi Sultra Bagian Proyek Pengembangan Air Tanah Sultra, 2000. Pemboran Sumur Produksi 19 Titik dengan kedalaman 2090 m di Kab. Kendari dan Kab. Buton Provinsi Sultra.
Laporan ini berkenaan dengan lanjutan pembangunan program sarana irigasi khususnya irigasi air tanah di Provinsi Sultra. Proyek irigasi Sultra bagian proyek pengembangan air tanah Sultra melalui program SSIMP - III JBIC Loan IP-499 dengan melakukan pekerjaan pemboran sumur produksi produksi di Kec. Pondidaha Kab. Kendari dan Kec. Rumbia Kab. Buton.
9Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.2003.Persiapan Proyek Water Resources And Irrigation Sector Management Program (WISMP), Paket-1: Komponen Pengelolaan Wilayah Sungai.
Buku ini mengenai lampiran data tentang lokasi, kondisi dan keberadaan sumberdaya air dan station hidrologi di Sulawesi Selatan. Data lain yang tercantum pada laporan ini termasuk personil perencanaan dan status pendidikan personil tersebut di wilayah Sulawesi Selatan. Data tentang curah hujan, daerah pelayanan satuan wilayah sungai, sungai lintas kabupaten wilayah Sungai Saddang/wilayah Sungai Walanae-Cindranae/wilayah Sungai Pompengan-Larona dan wilayah Sungai Kaluku-Karama, serta program kegiatan pengelolaan sumberdaya air di Sulawesi Selatan juga dicantumkan.
10Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan. 20
Laporan ini menyajikan data-data tentang profil wilayah sungai, pengelolaan sumberdaya air meliputi organisasi dan personil, dasar hukum, program dan anggaran operasional.
11Hasanuddin., Bambang H. 1997. Studi Optimasi Desalinasi Air Laut Menjadi Air Tawar dengan Energi Surya, Pemanfaatannya Pada Musim Kemarau Di Sulawesi Selatan. Laporan Penelitian. Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi desalinasi air laut menjadi air tawar dengan menggunakan energi surya. Dalam proses ini energi surya dimanfaatkan sebagai sumber energi panas yang ditangkap dengan sebuah alat disebut sebagai kolektor. Kolektor yang akan digunakan dibuat dengan berbagai model (pelat datar, pelat bertingkat dan pelat berpori), hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan biaya minimal, mengingat penggunaan alat ini diterapkan pada daerah yang berada di Pesisir Pantai yang rata-rata penduduknya sangat sulit memperoleh air tawar. Hasil penelitian menunjukkan kolektor berpori lebih efisien dibandingkan kolektor lainnya serta air tawar yang dihasilkan lebih banyak dibanding kolektor datar dan bertingkat, yang ukuran dan bahannya dibuat sama.
12La Nafie, N. dan, A.W., Wahab. 1999. Distribusi Logam Berat (Pb, Cd dan Cu) pada Air Permukaan di Perairan Pelabuhan Paotere, Soekarno-Hatta dan Pulau Barrang Lompo. Laporan Hasil Penelitian. Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar serta distribusi logam kadmium, timbal dan tembaga pada air permukaan di perairan sekitar pelabuhan Paotere, Soekarno-Hatta dan Pulau Barrang Lompo dan apakah kandungan logam tersebut telah melewati baku mutu yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam Pb di Pelabuhan Paotere berkisar antara 0,0130 - 0,
13Malonda. Wandi H. 1999, Variasi Suhu,Salinitas, TSS dan TDS di Perairan Pantai Bahu Manado
Penelitian terhadap perairan pantai yang mempunyai karakteristik tersendiri akibat besamya pengaruh daratan dan kedalaman air yang dangkal, dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi mengenai kirakteristik fisik air laut, terutama suhu, salinitas, TSS dan TDS. Untuk maksud tersebut, perairan Pantai Bahu-Manado telah dijadikan objek penelitian.
14PKSPL Lembaga Penelitian UNRI. 1996. Penentuan dan Penetapan Kualitas Air Sungai Indragiri.
Sungai Indragiri adalah salah satu dari 4 sungai besar yang terdapat di propinsi Riau. Sungai ini fungsinya terkait dengan aktifitas penduduk yang berada disekitar sungai. Pencemaran lingkungan perairan sungai semakin meningkat, seiring meningkatnya pembangunan.
15Sumarsono, S. Mujiharjo, Yuwana, B. Sulistyo, Sumardi, P. Imam, L. Susanti, H. Nesabah dan M. Zuki. 1994. Intrusi Air Laut dan Pengaurhnya Terhadap Sumber Air di Wilayah Kotamadia Bengkulu. Laporan Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Bengkulu.
Kotamadya Bengkulu sebagian besar wilayah kotamadia berada di wilayah tepi pantai. Perkembangan kota seiring perkembangan penduduk tentunya juga diikuti oleh meningkatnya kebutuhan air. Pengambilan air secara berlebihan dari sumber air terutama air tanah di daerah tepi pantai akan mengakibatkan intrusi air laut, walaupun dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui ada atau tidaknya intrusi air laut dan faktor penyebabnya dan mencari alternatif pemecahan adanya intrusi air laut. Hasil menunjukkan bahwa intrusi air laut di kotamadia Bengkulu dan penurunan kadar garam didaerah padat penduduk. Pemecahan disarankan dengan mensuplai air bersih ke daerah terkena intrusi atau mengusahakan teknologi untuk memisahkan garam-garam dari air yang ada.