resep kue kering

ubud villa

anjing di jual

mesin puncak
 
English Version

 

Metadata Spasial
Sumberdaya Tanah dan Pertanian

1A.Nadja, Rahmawaty.,B.Idrus, Rahmatiah. 1999. Analisa Usahatani Petani Perambah Hutan di Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Bulukatoang, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Erosivitas Permukaan Tanah Pada Lahan Bervegetasi Agroforestry dan Lahan tak Bervegetasi). Hasil Penelitian Berbagai Bidang Ilmu. Lembaga Penelitian Universitas Hasanuddin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan erosivitas permukaan tanah pada areal pertanaman agroforestry (lahan bervegetasi pola tanam campuran antara pohon hutan dan tanaman pertanian) dan lahan yang tak bervegetasi. Selanjutnya akan dilihat perbedaan kandungan unsur hara tanah yang tererosi dengan melakukan plot-plot pengamatan. Berdasarkan pengamatan tingkat kesesuaian lahan dengan melakukan analisis laboratorium ditemukan bahwa dalam setiap 500 ml air mengandung fosfor (P205) dan Kalium (K) pada petak yang bervegetasi adalah berbeda. Petak yang bervegetasi kandungan rata-rata fosfor yang tererosi adalah lebih besar (0,10 ppm/ Ha) dibandingkan yang tidak bervegetasi (0,
2Haselman. 1995. Studi Tentang Kebijaksanaan Pengwilayahan Komoditas Terhadap Sikap Petani di Kabupaten Daerah Tingkat II Takalar. Tesis Master. Program Studi Administrasi Pembangunan Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijaksanaan perwilayahan komoditas dan pengaruhnya terhadap sikap petani dan faktor-faktor potensi, sosial serta komunikasi yang mempengaruhi sikap petani dalam berusaha tani. Analisa data yang digunakan adalah tabulasi silang, uji Chi Square dan Koefisien Korelasi Rank Spearman (r,) untuk keeratan hubungan bagi data ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif kebijaksanaan perwilayahan komoditas terhadap sikap petani dalam berusaha tani. Keseluruhan faktor-faktor yang mempengaruhi sikap petani seperti potensi petani, faktor sosial dan faktor komunikasi ditemukan hubungan-hubungan yang positif dan sangat nyata pula pada Kebijaksanaan Perwilayahan Komoditas, kecuali pads faktor potensi yaitu jumlah tanggungan keluarga dan faktor sosial yaitu penguasaan lahan yang kecenderungannya berasosiasi negatif.
3Ibrahim, Lilly.1999. Peran Sistem Usahatani Berbasis Padi Berwawasan Agribisnis : Studi kasus di Kabupaten Maros. Thesis Master. Program Pascasarjana Univ. Hasanuddin.
Penelitian ini menyajikan data tentang pengaruh sistem usaha tani terhadap peningkatan produksi dan pendapatan/ keuntungan yang diperoleh petani padi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani yang menerapkan sistem usahatani memperoleh nilai keuntungan bersih 38,9/a/hektar per musim tanam dibandingkan dengan kelompok tani yang tidak menerapkan sistem usahatani. R/C untuk kedua sistem adalah masing-masing 1,73 dan 1,5
4Lumoindong, Yopie. 1996. Pendekatan Agroekosistem dalam Upaya Optimasi Pemanfaatan Lahan Kering. Tesis Program Studi Ihnu Lingkungan. Program Pascasarjana Universitas Indonesia.
Penelitian ini merupakan tipe penelitian deskriptif dan bersifat perskriptif yang didasarkan atas suatu kasus tentang model pendekatan agroekosistem dalam pemanfaatan lahan kering dan kritis di Sub-DAS Jeneberang Hulu. Pengkajian difokuskan pads proses interaksi antara subsistem-subsistem agroekosistem lahan kering agrososio-ekonomi, agroekologis dan agroteknologis. Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan dasar pengembangan cara pengelolaan lingkungan yang optimal tentang keadaan dan proyeksi kemampuan atau sarana yang ada serta waktu yang tersedia.
5Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara Dinas Pertanian. 2003. Sasaran dan Petunjuk pelaksanaan Program Aksi Masyarakat Agribisnis Tanaman Pangan (Proksi Mantap) 2004 Provinsi Sulawesi Tenggara. Sub Dinas Produksi Tanaman Pangan. Kendan.
Program Aksi Masyarakat Agribisnis Tanaman Pangan "Proksi Mantap" merupakan operasionalisasi dari Grand strategi Departemen Pertanian dalam upaya pengembangan sistem dan usaha agribisnis yang dalam wilayah pedesaan secara berkelanjutan, berkerakyatan dan terdesentralisasi yang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat masyarakat khususnya masyarakat petani.
6Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara Dinas Pertanian. 2004. Laporan Perkembangan Kegiatan Produksi Tanaman Pangan. Kendari.
Luas wilayah Sulawesi Tenggara 3.81
7Rombe. Anis. 2003. Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi Petani Dengan Pendapatan Pada Usaha Tani Lada Desa Sandarsijaya Kecamatan Angata Kabupaten Kendari. Skripsi. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Haluoleo. Kendari.
Kecamatan Angata salah satu daerah di Sulawesi Tenggara yang sangat potensial untuk pengembangan tanman lada dan sedang dikembangkan sebagai salah satu usaha tani lahan kering dari daerah ini. Pengembangan tanaman lada ini sebagai salah satu komoditi ekspor dan memiliki harga yang tinggi dapat merangsang pelani untuk mengusahakannya dengan harapan sebagai peningkatan pendapatan dan perbaikantaraf hidup.